-->
Ruang Berita

Akses Jalan Poros Desa Waetuoe Terancam Putus Akibat Abrasi, BPBD Lakukan Tinjauan

Pinrang – Akses jalan poros Desa Waetuoe yang menghubungkan desa tersebut dengan Kota Kecamatan Lanrisang nyaris putus akibat abrasi pantai. Saat ini, hanya tersisa sekitar satu meter lebar jalan berpasir yang masih bisa dilewati, Kamis (06/02/2024).

Abrasi ini telah terjadi dalam sebulan terakhir, dipicu oleh angin barat yang kencang serta ketiadaan tembok pemecah ombak di sepanjang bibir pantai. Kondisi ini menyebabkan jalan tidak hanya menyempit, tetapi juga berlubang dan tertutup pasir, sehingga berbahaya bagi pengguna jalan.

Warga yang melintas, terutama pengendara roda dua, harus ekstra hati-hati karena permukaan jalan yang licin akibat pasir kerap menyebabkan ban kendaraan selip. Beberapa pengendara bahkan mengalami kecelakaan kecil akibat kondisi jalan yang tidak stabil.

Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang telah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung. "Saat ini kami sedang mengumpulkan data terkait abrasi di lokasi ini," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Pinrang, Sappeani Djunaid, kepada awak media.

Selain akses jalan, warga juga mengkhawatirkan abrasi yang terus menggerus garis pantai Waetuoe. Fauzan, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa tanpa adanya tembok pemecah ombak, abrasi pantai berpotensi semakin meluas dan mengancam pemukiman sekitar.

 




0


Scroll to Top