-->
Pinrang — Debat publik pertama bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang tahun 2024 berlangsung hangat di Gedung Indoor Kabupaten Pinrang (29/10/2024).
Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini mempertemukan tiga pasangan calon yang berlaga, yakni Paslon nomor urut 1, Ahmad Jaya Baramuli dan Abdillah Natsir, serta Paslon nomor urut 2, Andi Irwan Hamid dan Sudirman Bungi dan pasangan nomor urut 3, Usman Marham dan Andi Hastri.
Dalam segmen pendalaman visi dan misi Paslon no urut 2 mendapat pertanyaan terkait subtema ekonomi, bagaimana program unggulan Paslon untuk meningkatkan daya beli dan pendapatan masyarakat Kabupaten Pinrang.
Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Paslon nomor urut 2, Andi Irwan Hamid dan Sudirman Bungi.
Dalam paparannya, Andi Irwan Hamid menyampaikan prioritas mereka untuk sektor pertanian sebagai pilar utama perekonomian Kabupaten Pinrang.
"Ketika kita bicara potret ekonomi Pinrang, kita tidak boleh hanya fokus pada titik-titik tertentu. Sebanyak 70% masyarakat Pinrang bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Oleh karena itu, prioritas utama kami adalah sektor pertanian sebagai bagian dari program pembangunan berkelanjutan selama lima tahun ke depan," ujar Irwan Hamid dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Irwan Hamid menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Pinrang menunjukkan tren positif sebelum masa pandemi COVID-19, yang bahkan mencapai angka 6,5% dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi Sulawesi Selatan.
“Pertumbuhan ekonomi ini menjadi acuan utama kami. Ke depan, kami akan terus mengedepankan bidang pertanian, perikanan, dan perkebunan, tanpa melupakan sektor-sektor lain yang mendukung peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Pinrang,” tambahnya.
Sudirman Bungi, sebagai calon Wakil Bupati, turut menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengimbangi perkembangan ekonomi.
“Perekonomian yang berkembang dengan baik akan mendorong pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke industri pengolahan dan jasa. Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi kunci agar mereka dapat bersaing dan memperoleh pendapatan yang lebih baik di sektor-sektor tersebut,” jelas Sudirman Bungi.
Ia juga menambahkan, “Jika kita mampu menggerakkan tenaga kerja ke sektor industri pengolahan dan jasa, ini akan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat secara berkelanjutan.”