-->
MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang, Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, resmi menandatangani Kerja Sama Antardaerah (KAD) di bidang perdagangan komoditas bawang merah dan cabai, Kamis (23/10/2025) di Makassar.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan serta mengendalikan laju inflasi di kedua daerah.
Kegiatan penandatanganan dihadiri Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Wakil Wali Kota Ananda, Bupati Enrekang H. M. Yusuf Ritangnga, Wakil Bupati Andi Tenri Liwang La Tinro, dan Bupati Sidenreng Rappang H. Saharuddin Alrif. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, serta Direktur Bisnis Bank Kalsel.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kabupaten Enrekang dan Sidrap dalam menjalin sinergi antarwilayah untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata memperkuat sinergi antardaerah dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan dan stabilitas harga di pasar. Bagi Banjarmasin, kesepakatan ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan pangan strategis tetap terjaga sehingga masyarakat terlindungi dari gejolak inflasi,” ujar Yamin.
Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus dijalankan secara terintegrasi dan kolaboratif dari hulu ke hilir.
“Melalui kerja sama seperti ini, kami ingin memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani di daerah penghasil meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Enrekang H. M. Yusuf Ritangnga menyambut baik kerja sama tersebut dan menyebutnya sebagai upaya konkret memperkuat kolaborasi ekonomi antardaerah.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Pasar terbesar kami berada di Kalimantan. Setiap minggu, Enrekang mengirim ribuan ton bawang merah ke berbagai wilayah, termasuk Banjarmasin, selain juga ke Manado dan Kendari,” ungkap Yusuf.
Selain bawang merah, Enrekang juga dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas hortikultura seperti tomat dan kubis. Sepanjang Januari–September 2025, total produksi pertanian daerah ini meliputi 197 ribu ton bawang merah, 8.100 ton cabai rawit, 4.400 ton cabai keriting, dan 6.000 ton cabai besar.
“Keberhasilan produksi ini harus diimbangi dengan penguatan jaringan pemasaran agar hasil kerja keras petani memberi nilai tambah ekonomi maksimal sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” jelas Yusuf.