-->
Ruang Berita

Imran, Mahasiswa UI Apresiasi Independensi MKD dalam Sidang Etik DPR

Jakarta — Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Jakarta yang juga mahasiswa Magister Universitas Indonesia (UI), Muhammad Imran, mengapresiasi sikap independen Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam penanganan sidang etik DPR RI yang turut menghadirkan ahli dari Universitas Indonesia.

Imran menilai langkah MKD menghadirkan pandangan akademik dari kampus ternama menunjukkan komitmen terhadap objektivitas dan penegakan etika di lembaga legislatif.

“Keterlibatan akademisi UI menjadi bukti bahwa proses etik di DPR tetap berada dalam koridor ilmiah dan konstitusional,” ujar Imran dalam keterangan tertulis, Rabu 5 November 2025.

Ia juga mendukung pernyataan para ahli UI yang menegaskan bahwa slip of tongue dapat terjadi pada siapa pun. Menurutnya, proses hukum dan etik harus tetap didasarkan pada prinsip dan norma yang berlaku.

“Sebagai bagian dari civitas akademika UI, saya mendukung penuh pandangan para ahli yang dihadirkan. Kita berharap proses ini segera selesai agar Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dapat kembali fokus menjalankan tugas demi kepentingan rakyat,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Imran mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengawal proses hukum dan etik di lembaga negara secara beradab, akademis, dan konstruktif.




0


Scroll to Top