-->
Ruang Edukasi

Mendikdasmen Tegaskan Guru Honorer Masih Dibutuhkan, Persiapkan Kenaikan Tunjangan di Tahun 2025

Sumatera Selatan – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa keberadaan guru honorer masih sangat dibutuhkan di sekolah-sekolah. Hal ini ia sampaikan saat kunjungannya ke Palembang, Jumat (1/11/2024). Menurut Prof. Mu'ti, guru honorer memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pengajaran, terutama pada bidang studi tertentu yang mengalami kekurangan tenaga pengajar.

“Kita belum ada rencana untuk meniadakan guru honorer. Karena selama ini posisi dan peran dari guru honorer itu masih sangat kita perlukan, terutama terkait ketersediaan guru pada bidang studi tertentu,” jelas Prof. Mu'ti.

Meskipun jumlah guru di Indonesia secara keseluruhan cukup, Prof. Mu'ti mengakui adanya masalah distribusi yang belum merata, sehingga beberapa sekolah masih kekurangan guru di bidang studi tertentu. “Problem kita adalah distribusi guru dan kekurangan guru pada bidang-bidang studi tertentu. Untuk mengatasi hal ini, kita masih membutuhkan guru honorer,” tambahnya.

Selain itu, Mendikdasmen juga mengumumkan rencana kenaikan tunjangan bagi guru yang akan mulai berlaku pada 2025. Peningkatan kesejahteraan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh guru, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun guru honorer.

“Kami harap pada 2025 sudah bisa terealisasi kenaikan tunjangan guru, termasuk bagi guru honorer yang sudah tersertifikasi,” ungkap Prof. Mu'ti di Jakarta, Senin (28/10/2024). Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih menghitung jumlah guru yang akan menerima tunjangan tambahan dan memperbarui data guru untuk disampaikan ke Kementerian Keuangan.

Langkah pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kualitas pengajaran para guru di Indonesia, yang berperan besar dalam mencerdaskan generasi bangsa.




0


Scroll to Top