-->
Ruang Politik

Pemkab Pinrang Tegaskan Komitmen Penataan Kota Lewat Rapat Koordinasi

Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kota yang tertata, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid di Ruang Rapat Bupati, Selasa (6/5).

Rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis, di antaranya penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), kebersihan kota, penerangan jalan, serta penertiban reklame dan bangunan.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menekankan bahwa penataan PKL bukan untuk merugikan para pedagang, melainkan untuk menjaga keteraturan dan keindahan ruang publik.

“Ini bukan soal melarang, tetapi menata. Kami ingin para pedagang tetap bisa mencari nafkah, namun tidak mengganggu ketertiban umum dan tetap menjaga keindahan kota,” ujar Bupati Irwan.

Ia juga menegaskan pentingnya menyediakan ruang usaha yang layak bagi PKL, dengan tetap memperhatikan aspek estetika dan ketertiban kota.

Selain itu, Bupati Irwan menyoroti perlunya peningkatan penerangan jalan umum, khususnya di titik-titik rawan kriminalitas. Menurutnya, pencahayaan yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama pada malam hari.

Penertiban reklame dan baliho juga menjadi salah satu fokus dalam rapat tersebut. Bupati meminta agar pemasangan reklame dilakukan secara terpusat di lokasi-lokasi yang telah ditentukan, guna menjaga estetika kota dan menghindari kesemrawutan visual.

Terkait pembangunan fisik, Bupati Irwan menekankan pentingnya penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sesuai dengan rencana tata ruang kota. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada bangunan yang berdiri tanpa memperhatikan aturan yang berlaku.

“Tata ruang harus dihargai. Jangan sampai kita membangun kota secara semrawut karena kelalaian dalam perizinan,” tegasnya.

Bupati juga mendorong penyederhanaan regulasi terkait usaha dan pelayanan publik agar tidak memberatkan masyarakat yang ingin berusaha secara legal dan tertib.

Untuk mendukung pelaksanaan penertiban, Bupati meminta pembentukan tim terpadu yang bertugas melakukan penataan secara humanis dan persuasif. Sosialisasi akan menjadi langkah awal sebelum penertiban dilakukan, dengan pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan pemahaman bersama.

Beberapa kawasan seperti Jalan Juanda, Lasinrang Park, dan sejumlah ruas jalan dalam kota akan menjadi fokus penataan, mengingat tingginya aktivitas PKL dan mobilitas masyarakat di area tersebut.

“Kita ingin kota ini tetap hidup dengan aktivitas warganya, namun juga tertib dan nyaman dipandang. Maka, penataan ini harus dilakukan secara adil dan manusiawi,” tutup Bupati Irwan.




0


Scroll to Top