-->
Makassar - Penjabat (Pj.) Bupati Pinrang, H. Ahmadi Akil, S.E., M.M., menghadiri rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Gubernur Sulawesi Selatan pada Jumat (10/1). Rapat ini dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Fadjry Djufry, dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan, para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan, serta pimpinan instansi vertikal.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Prof. Fadjry Djufry menekankan pentingnya peran aktif seluruh pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi, terutama dalam sektor swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan program ini memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.
“Program swasembada pangan ini menjadi prioritas kita bersama karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, kita optimis dapat mencapai target dan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah,” ujar Prof. Fadjry Djufry.
Menanggapi arahan tersebut, Pj. Bupati Pinrang, H. Ahmadi Akil, menyatakan komitmennya untuk sepenuhnya mendukung program-program Pemerintah Provinsi, khususnya dalam sektor pertanian dan pangan. Kabupaten Pinrang, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan utama di Sulawesi Selatan, memiliki peran strategis dalam mencapai target swasembada pangan.
“Pinrang memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama sebagai produsen beras. Oleh karena itu, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pinrang dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian,” ungkap Pj. Bupati Pinrang.
Lebih lanjut, Pj. Bupati Ahmadi Akil menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Kolaborasi antara program di tingkat daerah dan provinsi harus terus diperkuat. Dengan dukungan teknologi, infrastruktur, dan sumber daya yang memadai, kami yakin bahwa target swasembada pangan dapat dicapai dengan optimal,” tambahnya.