-->
Ruang Ekonomi

Prabowo Akan Hadapi Beban Utang Rp1.352 Triliun pada 2025

PINRANG- Presiden terpilih Prabowo Subianto beserta kabinetnya akan menghadapi tantangan besar terkait pembayaran utang yang jatuh tempo dan beban bunga utang pada 2025. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, jumlah utang yang jatuh tempo pada 2025 diperkirakan mencapai ribuan triliun rupiah.

Data menunjukkan bahwa pada 2024, utang yang jatuh tempo mencapai Rp434,29 triliun, yang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp371,8 triliun dan pinjaman sebesar Rp62,49 triliun.

Selama periode 2025-2028, total utang jatuh tempo yang harus dilunasi oleh pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai Rp3.125,94 triliun. Setelah periode tersebut, utang jatuh tempo diperkirakan akan terus menurun, hingga mencapai titik terendah pada 2041, sebesar Rp30,8 triliun, yang terdiri dari SBN Rp27,4 triliun dan pinjaman Rp3,47 triliun. (Sumber : DataWrapper)

Tidak hanya itu, beban bunga utang yang harus dibayar pada 2025 diperkirakan mencapai Rp552 triliun, angka yang cukup besar dalam struktur anggaran negara.

Dengan demikian, total utang jatuh tempo dan beban bunga yang harus dibayarkan pada 2025 diperkirakan mencapai Rp1.352,33 triliun. Jumlah ini setara dengan sekitar 45% dari total pendapatan negara yang telah disepakati oleh DPR dan pemerintah untuk tahun anggaran 2025.

 




0


Scroll to Top