-->
ENREKANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Enrekang mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga kini, delapan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi melayani masyarakat.
Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, menargetkan pembangunan 26 titik SPPG di 12 kecamatan pada tahun mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kita berharap tahun depan 26 titik itu segera terbangun dan bisa melayani masyarakat penerima,” ujarnya, Sabtu (8/11).
Menurut Yusuf Ritangnga, keberadaan SPPG akan memberikan dampak ekonomi signifikan dan bermanfaat terutama bagi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Akan ada ratusan miliar uang berputar melalui MBG dan tentu ini akan membantu masyarakat,” katanya. Ia juga meminta masyarakat ikut melakukan pengawasan agar tidak terjadi kasus keracunan pangan.
Pelaksanaan MBG untuk 3.000 penerima di Kecamatan Baraka akan dimulai pada Senin (10/11) setelah SPPG Tomenawa resmi beroperasi. Dapur umum tersebut berada di Jalan Poros Baraka–Banti, Kelurahan Tomenawa, Kecamatan Baraka.
SPPG Tomenawa didirikan oleh Yayasan Sehat Pintar Mandiri yang menjadi mitra pemerintah dalam pemenuhan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Perwakilan yayasan, Dr. Sahrul, menyampaikan bahwa dapur MBG tersebut akan melayani 3.000 penerima, terdiri atas 2.500 siswa TK hingga SMA dan 500 ibu hamil, menyusui, serta balita.
“Kami berharap SPPG Tomenawa bisa memenuhi kebutuhan gizi para penerima dan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Enrekang, Yayat Afrianto, menyebut SPPG Tomenawa merupakan titik kedelapan yang beroperasi di Enrekang.
“Keberadaan SPPG ini untuk mendukung program Presiden dalam pencegahan stunting dan gizi buruk, sekaligus membuka lapangan kerja dan memunculkan UMKM baru,” kata Yayat.