-->
Ruang Politik

TP PKK Pinrang Hadiri Monev Imunisasi Zero Dose Tingkat Sulsel, Dorong Percepatan Layanan Kesehatan Anak

Pinrang - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pinrang, Hj. A. Sri Widiati A. Irwan, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Imunisasi Zero Dose (IZD) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (5/5).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Ny. Naoemi Octarina Sudirman, serta Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Hj. Sri Widiati hadir didampingi Sekretaris TP PKK Kabupaten Pinrang, Ny. Merry Wulandari. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kegiatan Monitoring dan Evaluasi Imunisasi Zero Dose merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak dasar di bidang kesehatan, khususnya layanan imunisasi.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pemantauan dan evaluasi secara sistematis terhadap cakupan layanan imunisasi, terutama dalam mengidentifikasi anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar sama sekali.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan layanan imunisasi. Ini bukan hanya soal program, tetapi menyangkut masa depan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Hj. Sri Widiati.

Ia menambahkan bahwa percepatan imunisasi melalui program Zero Dose diharapkan mampu menekan jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sejak usia dini.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penanganan anak zero dose merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga kader PKK dan Posyandu.

Ia juga mendorong pelaksanaan imunisasi kejar (catch-up immunization) secara intensif sebagai langkah untuk mengejar ketertinggalan vaksinasi pada balita.

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh imunisasi lengkap sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan sejak dini.

“Satu anak yang tidak diimunisasi adalah satu risiko bagi masa depan kita bersama,” tegasnya.

Selain itu, Tri Tito Karnavian juga menyoroti pentingnya penerapan pendekatan by name by address dalam menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk memastikan intervensi dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ia berharap praktik baik dalam pelaksanaan program imunisasi di Sulawesi Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Di samping itu, peran PKK juga diharapkan semakin kuat dalam mendukung berbagai program kesehatan lainnya, termasuk penanganan tuberkulosis (TBC) dan penyakit menular.




0


Scroll to Top