-->
Ruang Politik

Festival Literasi Pinrang Digelar, Bupati Irwan Dorong Budaya Baca dan Penguatan UMKM

PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, daya pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan masyarakat menghadapi perkembangan zaman.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pinrang di Lasinrang Park, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Agustus 2026.

Festival Literasi melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, tenaga pendidik, pegiat literasi hingga organisasi kemasyarakatan. Sejumlah kegiatan turut dihadirkan, di antaranya kegiatan literasi, bedah buku, talkshow dan berbagai aktivitas edukatif lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pinrang, Rachmatullah, mengatakan Festival Literasi diharapkan menjadi stimulan untuk kembali menumbuhkan minat baca masyarakat.

Menurutnya, budaya literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis, inovatif dan cerdas dalam menyikapi berbagai informasi.

Sementara itu, saat membuka kegiatan, Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos, menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi tidak boleh hanya menyasar kalangan pelajar.

Menurutnya, masyarakat secara umum perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan memahami informasi, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

«“Literasi bukan hanya untuk anak-anak sekolah. Masyarakat secara umum juga harus terus diberikan ruang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan memahami berbagai informasi,” ungkap Bupati Irwan.»

Bupati Irwan juga mendorong tenaga pendidik di setiap jenjang pendidikan untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat.

Ia menilai, kemampuan membaca, memahami, mengolah dan menyikapi informasi secara tepat menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang adaptif terhadap perubahan.

Selain mendorong budaya literasi, Festival Literasi juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Menurut Bupati Irwan, keterlibatan UMKM dalam kegiatan publik dapat memberikan manfaat ganda, karena selain menjadi sarana edukasi dan interaksi masyarakat, kegiatan tersebut juga membuka peluang promosi bagi pelaku usaha lokal.

«“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi literasi, tetapi juga memberikan ruang kepada UMKM untuk berkembang. Dengan begitu, perputaran ekonomi di tengah masyarakat juga ikut bergerak,” lanjutnya.»

Festival Literasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses serta memahami informasi.

Di sisi lain, ruang interaksi yang tercipta melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.




0


Scroll to Top