-->
RUANG-LIPUTAN.COM, MAKASSAR – Target merebut kembali kursi Ketua DPRD Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029 dinilai bukan hal mustahil bagi Partai Golkar.
Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, meyakini peluang itu terbuka jika Ilham Arief Sirajuddin (IAS) segera membangun konsolidasi dan menyatukan seluruh kekuatan internal partai pasca-Musda XI.
Diketahui, IAS menjadi satu-satunya calon ketua DPD I Golkar Sulsel di Musda XI DPD I Golkar Sulsel yang digelar di Hotel Claro pada Sabtu, 18 Juli.
Kaswadi menilai salah satu persoalan yang perlu dibenahi dalam kepengurusan sebelumnya adalah komunikasi internal yang dinilai belum berjalan maksimal, baik kepada kader maupun para senior Golkar.
"Selama ini komunikasi itu yang hilang, baik kepada kader Golkar maupun senior Golkar. Padahal potensi yang dimiliki Golkar sebenarnya besar sekali. Mudah-mudahan Pak Ilham mampu membaca tanda-tanda itu semua," kata Kaswadi kepada FAJAR pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, IAS memiliki kemampuan merangkul berbagai kalangan di internal partai sehingga diyakini mampu menyatukan kembali kader Golkar di Sulawesi Selatan.
"Kalau Pak Ilham, kemampuan merangkulnya luar biasa. Saya yakin beliau bisa mempersatukan kembali kader-kader Golkar yang selama ini belum maksimal," ujarnya.
Kaswadi mengakui roda organisasi Golkar Sulsel selama beberapa tahun terakhir tetap berjalan. Namun, menurut dia, masih banyak hal yang perlu dievaluasi agar potensi partai dapat dimaksimalkan.
"Dulu sebenarnya berjalan, cuma tidak maksimal. Banyak yang perlu dikoreksi dan dievaluasi kembali. Golkar ini punya potensi besar dan mungkin sudah saatnya kembali mempersatukan Partai Golkar," katanya.
Salah satu evaluasi yang disorot Kaswadi adalah proses rekrutmen bakal calon legislatif (caleg). Ia berharap ke depan penentuan caleg lebih mengedepankan kapasitas dan potensi kader dibanding faktor kedekatan.
"Pada saat rekrutmen caleg, perlu duduk bersama. Artinya memberi kesempatan kepada kader yang punya potensi, bukan persoalan kedekatan. Kalau tidak, yang rugi adalah Golkar sendiri," ujarnya.
Ia optimistis IAS mampu mengakomodasi kader-kader potensial untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.
Kaswadi juga meyakini Golkar berpeluang merebut kembali kursi Ketua DPRD Sulsel pada Pemilu mendatang. Namun, hal itu membutuhkan konsolidasi yang cepat setelah Musda.
"Pak Ilham harus bergerak cepat melakukan konsolidasi dan memetakan kembali potensi Golkar di Sulsel. Jangan hanya melihat ketokohan kader, tetapi melihat potensi kader secara utuh," katanya.
Terkait kegagalan Golkar mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulsel pada Pemilu 2024, Kaswadi menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi partai.
Menurutnya, salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah strategi pencalonan kader yang akan maju pada Pilkada.
"Contoh kecil saja di Dapil Soppeng-Wajo. Harusnya calon kepala daerah maju dulu sebagai caleg seperti periode sebelumnya. Dengan begitu mereka punya ruang bersosialisasi lebih awal kepada masyarakat. Itu menjadi modal ketika nanti maju di Pilkada," ujarnya.
Kaswadi menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap kader sekaligus memperkuat elektabilitas partai dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.