-->
RUANG-LIPUTAN.COM, MAKASSAR - Kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Makassar tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga mempertemukan kembali sejumlah jejaring lama dari dunia usaha dan kepemudaan.
Salah satunya adalah Amirullah Nur Saenong, sahabat lama Bahlil yang sama-sama tumbuh dari keluarga besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Bahlil hadir di Kota Makassar untuk membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Claro, Sabtu (18/7/2026). Kehadiran Bahlil sebagai Ketua Umum DPP Golkar menjadi perhatian karena Sulsel selama ini dikenal sebagai salah satu basis politik utama Partai Golkar di kawasan timur Indonesia.
Amirullah Nur menjadi salah satu tokoh yang menyambut langsung kedatangan Bahlil di arena Musda. Ia menyambut Bahlil di pintu masuk acara dan berjabat tangan dengan Ketua Umum Golkar tersebut.
“Selamat datang Bapak Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia di Makassar,” ujar Amirullah Nur.
Pertemuan keduanya memiliki cerita panjang. Amirullah Nur dan Bahlil Lahadalia sama-sama memiliki latar belakang sebagai kader HIPMI dan pengusaha sebelum masuk lebih jauh ke dunia politik. Jejaring persahabatan tersebut tetap terjalin hingga kini, meski keduanya menempuh jalur politik masing-masing.
Musda XI Golkar Sulsel turut dihadiri sejumlah tokoh penting Sulawesi Selatan. Hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, yang pada Pilgub Sulsel 2024 lalu diusung oleh Partai Golkar bersama Fatmawati Rusdi.
Selain itu hadir pula Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus senior Partai Golkar Nurdin Halid, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Depidar SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said, serta anggota DPR RI Hamka Baco Kady.
Musda XI Golkar Sulsel menjadi momentum pergantian kepemimpinan periode 2026-2031. Dalam agenda tersebut, Ilham Arief Sirajuddin menjadi calon tunggal Ketua DPD I Golkar Sulsel. IAS memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan dan organisasi Golkar, termasuk menjabat sebagai Wali Kota Makassar selama dua periode pada 2004-2014 serta pernah dipercaya sebagai Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel pada 2007-2009.
Bagi Amirullah Nur, Musda Golkar Sulsel bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat kembali mesin politik beringin menghadapi agenda politik nasional ke depan.
Mantan anggota DPRD Maros sekaligus mantan Ketua DPC Demokrat Maros itu menyatakan komitmennya untuk mengambil bagian dalam perjuangan politik Golkar setelah bergabung dengan keluarga besar partai berlambang pohon beringin.
“Bismillah kita akan ambil bagian di sayap Golkar membantu Pak IAS memenangkan beringin rindang pada Pemilu 2029,” kata Amirullah.
Dengan pengalaman jaringan politik dan organisasi yang dimilikinya, Amirullah menjadi salah satu figur yang diharapkan ikut memperkuat konsolidasi Golkar Sulsel. Kehadirannya dalam penyambutan Bahlil juga menjadi simbol bertemunya kembali jejaring lama pengusaha-politisi dalam upaya membangun kekuatan politik Golkar menuju 2029.