-->
Ruang Politik

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Pertanian untuk 1.500 Hektare Lahan Padi dan Jagung

ENREKANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang memperkuat perlindungan petani dari risiko gagal panen melalui kerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dalam program Bantuan Premi Asuransi Usaha Tani untuk komoditas padi dan jagung tahun 2026.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat Bupati Enrekang, Rabu (7/10/2026). Melalui program ini, Pemkab Enrekang menyiapkan perlindungan asuransi untuk 1.000 hektare lahan padi dan 500 hektare lahan jagung, dengan total luasan mencapai 1.500 hektare.

Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga mengatakan, perlindungan terhadap petani dari risiko gagal panen merupakan bagian dari komitmennya bersama Wakil Bupati Andi Tenri Liwang sejak awal memimpin Kabupaten Enrekang.

“Kita tahu persis petani sangat tergantung pada kondisi alam, sehingga jaminan gagal panen ini sangat penting bagi mereka,” kata Yusuf Ritangnga.

Menurut Yusuf, ketergantungan usaha tani terhadap kondisi alam membuat petani rentan mengalami kerugian akibat gagal panen. Karena itu, skema asuransi pertanian diharapkan dapat menjadi instrumen perlindungan untuk membantu petani menghadapi risiko usaha tani.

Pada 2026, pembiayaan premi Asuransi Usaha Tani Padi untuk lahan seluas 1.000 hektare direncanakan berasal dari dukungan pemerintah pusat sebesar 80 persen dan Pemerintah Kabupaten Enrekang sebesar 20 persen. Skema pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses petani terhadap perlindungan usaha tani.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP) Kabupaten Enrekang, Ikbar Ashadi, bersama perwakilan PT Asuransi Jasa Indonesia, Muhammad Ikbal.

Program ini merupakan kelanjutan dari langkah Pemkab Enrekang dalam memperkuat perlindungan petani. Pada 2025, pemerintah daerah telah menjalankan upaya penanganan risiko gagal panen untuk lahan seluas 1.000 hektare.

Keberlanjutan program tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem perlindungan pertanian yang lebih terencana. Selain membantu petani menghadapi risiko kerugian, asuransi usaha tani diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan produksi pertanian.

Yusuf juga berharap cakupan kerja sama perlindungan pertanian dapat diperluas ke komoditas hortikultura pada masa mendatang. Perluasan tersebut dinilai penting agar perlindungan usaha tani tidak hanya menjangkau komoditas padi dan jagung, tetapi juga komoditas pertanian lain yang menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat Enrekang.

“Insyaallah pelan-pelan, selangkah demi selangkah, kita akan menuju pada kesejahteraan petani. Semoga program ini dapat bermanfaat kepada masyarakat,” ujar Yusuf.




0


Scroll to Top