-->
PINRANG — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pinrang menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2026, sebanyak 85 yang tersebar di 12 kecamatan telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi kelembagaan.
Capaian tersebut setara dengan 94,4 persen dari keseluruhan titik KDKMP di Kabupaten Pinrang.
Dari 85 koperasi yang telah melalui proses verifikasi dan validasi, sebanyak 33 merupakan Koperasi Kelurahan Merah Putih dan 52 Koperasi Desa Merah Putih. Seluruh koperasi tersebut juga telah memiliki susunan pengurus dan pengawas.
Dengan capaian tersebut, koperasi yang telah memenuhi aspek kelembagaan kini diarahkan untuk memasuki tahap persiapan operasionalisasi, dengan tetap menunggu pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) yang diperlukan.
Kemajuan ini tidak terlepas dari pendampingan Tim Project Management Office (PMO) Kabupaten Pinrang bersama Kodim 1404/Pinrang dan Koramil jajarannya. Pendampingan juga melibatkan Dinas Koperasi dan UKM serta pemerintah desa dan kelurahan di seluruh wilayah sasaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pinrang, Kent Mukti Ali, menilai capaian verifikasi tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong KDKMP menuju tahap operasional.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur pendamping menjadi bagian penting dalam memastikan proses verifikasi berjalan hingga ke seluruh titik.
"Selesainya verifikasi pada 85 koperasi menunjukkan kerja sama pemerintah desa, kelurahan, dan seluruh pihak pendamping berjalan baik. Kami sedang mengawal proses distribusi sarpras lainnya agar koperasi segera dapat beroperasi melayani masyarakat." Ujar kent.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Pemerintah Kabupaten Pinrang, sebanyak 62 titik atau 68,9 persen telah tercatat memiliki sedikitnya satu jenis sarana dan prasarana.
Jenis sarpras yang memiliki cakupan distribusi cukup luas antara lain kendaraan pick up yang telah tersedia di 58 titik atau 64,4 persen. Selain itu, seragam kemeja dan polo masing-masing tercatat tersedia di 57 titik atau 63,3 persen.
Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Tim PMO dalam menentukan prioritas pendampingan dan percepatan kesiapan KDKMP di setiap wilayah.
PMO Kabupaten Pinrang, Saharuddin, mengatakan pemetaan kondisi sarpras diperlukan agar proses pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Menurutnya, data hasil verifikasi dan validasi memberikan gambaran mengenai koperasi yang telah siap maupun yang masih membutuhkan percepatan pemenuhan sarana pendukung.
“Data rekap ini membantu kami melihat titik mana yang sudah siap dan mana yang masih perlu dipercepat. Pendampingan akan kami fokuskan untuk memastikan kesiapan antarkecamatan semakin merata,” kata Sahar saat dikonfirmasi, Senin (5/10).
Berdasarkan hasil pemetaan, Kecamatan Suppa dan Watang Sawitto tercatat memiliki capaian yang baik dari sisi kelembagaan maupun kesiapan sarana dan prasarana. Pola pendampingan di kedua wilayah tersebut selanjutnya dapat menjadi referensi dalam mendorong percepatan di wilayah lainnya.
Adapun pendampingan lebih intensif disiapkan untuk sejumlah wilayah yang masih membutuhkan percepatan, termasuk Kecamatan Duampanua dan Lembang.
Di sisi lain, sejumlah sarana pendukung seperti perangkat WiFi atau internet, CCTV, keranjang, pallet, serta alat pemadam api ringan (APAR) masih menunggu proses distribusi.
"Target kami, koperasi-koperasi ini benar-benar beroperasi dan bermanfaat bagi warga desa dan kelurahan."ucap sahar