-->
Parepare, 5 April 2025 – Kematian seorang narapidana kasus narkoba di RSUD Andi Makkasau Parepare pada malam takbiran 1 April 2025 memicu kehebohan di tengah masyarakat. Penyebab kematian sementara diduga akibat penyakit paru-paru, namun tuduhan penganiayaan hingga pemerasan turut mencuat, menyisakan tanda tanya besar.
Kapolres setempat menyatakan bahwa pihaknya tengah menangani kasus ini secara profesional.
“Saat ini, kami sedang melakukan penyidikan menyeluruh bersama tim Propam. Jika terbukti ada indikasi pemukulan, baik oleh anggota kami maupun pihak lain, saya pastikan akan diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu,” tegas AKBP Arman Muis saat jumpa pers di Mapolres Parepare, Sabtu (5/4/2025).
Ia menambahkan, pihak keluarga dipersilakan mengajukan eksumasi jenazah untuk pemeriksaan forensik guna memastikan ada tidaknya tindak penganiayaan.
Isu ini semakin memanas setelah video call yang diduga menampilkan wajah narapidana dengan kondisi babak belur viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya memiliki rekaman CCTV dan tim khusus untuk mengusut kebenaran video tersebut.
“Jangan berspekulasi. Bisa saja itu efek kamera rusak yang membuat tampilan wajah tidak akurat. Kami akan transparan dalam penyelidikan ini,” ujarnya.
Sementara itu, dugaan pemerasan juga mengemuka. Kapolres mengimbau keluarga melapor jika ada bukti transaksi mencurigakan.
“Kami terbuka menindaklanjuti. Bisa jadi ada faktor lain seperti utang-piutang pribadi yang belum terungkap,” tambahnya.
Di sisi medis, Dokter Mala, yang menangani narapidana tersebut di UGD, menyatakan bahwa pasien masuk dalam kondisi sesak napas.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada indikasi patah tulang atau lebam. Dugaan sementara, kematian disebabkan gagal napas akibat tumor paru kiri dan kemungkinan tuberkulosis paru,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa detail kondisi klinis tidak dapat diungkap karena terikat kode etik medis.
Sebelumnya kakak korban, Agusalim, angkat bicara. Dalam video viral yang beredar, ia mengklaim bahwa adiknya, MR, sempat berbisik kepada keluarga bahwa ia kerap dipukuli di dalam sel.
“Dia bilang sering disiksa, lalu masuk ICU dan meninggal,” ungkap Agusalim dengan nada penuh emosi.