-->
PINRANG, RUANG-LIPUTAN -- Kondisi lapak di Pasar Sentral Kabupaten Pinrang mulai banyak kosong dan tidak terurus. Para pedagang memilih berjualan di jalan raya samping pasar.
Padahal Pasar Sentral telah direvitalisasi dengan anggaran Rp2 miliar. Berdasarkan data Sirup LKPP dan halaman LPSE Kabupaten Pinrang, proyek revitalisasi pasar sentral tersebut masuk dalam APBD Perubahan 2024.
Pasar Sentral Pinrang alih-alih menjadi pusat ekonomi rakyat, kondisi pasar justru memprihatinkan. Lapak-lapak kosong, cat mengelupas, dan bangunan dibiarkan tak terurus.
Aktivitas jual beli yang seharusnya menggeliat di dalam pasar justru berpindah ke jalan raya. Ironis, pasar yang dibangun untuk menampung pedagang kini justru ‘kalah pamor’ oleh trotoar dan badan jalan.
Pantauan pada Senin (19/5/2025) menunjukkan kondisi yang nyaris kacau. Pedagang tumpah ruah hingga ke tengah jalan utama di sekitar Pasar Sentral. Tanpa penataan jelas, mereka menggelar dagangan di jalur lalu lintas utama.
Alhasil, arus kendaraan lumpuh. Warga yang hendak melintas atau berbelanja terpaksa harus bersabar atau memutar balik karena jalan tak lagi bisa diakses bebas. Kemacetan menjadi rutinitas pagi yang melelahkan.
“Setiap hari begini kondisinya. Baru macet juga. Kalau mau-ki belanja susah-ki cari parkir. Jadi malas belanja,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ironisnya, kondisi kontras terlihat di dalam area Pasar Sentral. Puluhan lapak tertutup rapat, sebagian besar kosong dan nyaris menjadi bangunan tak berpenghuni.
Cat mengelupas, debu menebal, dan kesan kumuh menyelimuti bangunan yang seharusnya menjadi pusat ekonomi.
“Pasar ini mati dari dalam. Semua orang keluar,” ujar seorang pedagang yang hanya ingin disebut dengan inisial CC.
“Nyatanya, tidak ada yang kontrol. Kalau orang-orang sudah terbiasa belanja di luar, buat apa mereka masuk ke dalam pasar?” ujarnya kesal.
Keluhan serupa datang dari warga lainnya yang berharap Pemkab Pinrang tidak terus-menerus menutup mata. Ia mendesak agar ada langkah tegas, bukan hanya wacana manis.
“Kalau tidak segera dibenahi, kondisi ini akan makin parah. Pasar bisa benar-benar mati, sementara jalan raya jadi pasar liar,” katanya.
Sedangkan, Sekdis Perindag dan ESDM Pinrang Nasruddin mengungkapkan bahwa para pedagang belum diarahkan masuk ke pasar karena perbaikan akan dilanjutkan.
"Iye pak berlanjut (perbaikan), makanya pedagang belum diarahkan masuk. Sudah tahap perencanaan saat ini. Insya Allah bulan depan," ucapnya.