-->
Ruang Edukasi

SPPG Maccorawalie 4 Bantah Dugaan Ulat pada Menu Sayur MBG

PINRANG — Sebuah laporan masyarakat mengenai dugaan temuan ulat pada sayuran dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watang Sawitto Maccorawalie 4, Kabupaten Pinrang tengah menjadi sorotan.

Berdasarkan keterangan pelapor, dugaan temuan tersebut dilaporkan kepada pihak SPPG sekitar pukul 14.00 WITA. Pelapor menyebut terdapat ulat pada sayuran dalam menu MBG yang telah diterima.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala SPPG Pinrang Watang Sawitto Maccorawalie 4, Mahmud, menjelaskan bahwa proses penyaluran makanan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Menu sudah kami salurkan sesuai dengan ketentuan SOP. Setiap makanan juga dilengkapi label yang mencantumkan informasi nilai gizi, batas waktu maksimal konsumsi, yaitu pukul 09.30 Wita, serta keterangan agar makanan tidak dibawa pulang,” ujar Mahmud saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).

Mahmud menambahkan, dalam label tersebut juga telah dicantumkan keterangan bahwa konsumsi makanan setelah batas waktu yang ditentukan dapat menyebabkan penurunan kualitas makanan. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu bentuk edukasi kepada penerima manfaat agar makanan segera dikonsumsi sesuai anjuran demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Mahmud juga menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari Posyandu terkait dugaan temuan ulat pada sayuran hingga batas waktu maksimal konsumsi yang telah ditentukan.

“Sampai batas waktu maksimal konsumsi, kami tidak menerima laporan resmi dari pihak Posyandu terkait adanya temuan ulat pada sayuran tersebut,” katanya.

Menurut Mahmud, pihak SPPG juga mencermati adanya perbedaan antara tampilan menu dalam dokumentasi yang beredar dengan menu yang telah didistribusikan oleh SPPG Watang Sawitto Maccorawalie 4.

“Kami juga perlu memastikan kembali karena terdapat perbedaan antara tampilan menu yang beredar dengan menu yang kami distribusikan. Karena itu, kami perlu melakukan penelusuran agar informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta di lapangan,” jelasnya.

Mahmud menegaskan bahwa pihak SPPG tetap terbuka terhadap setiap laporan masyarakat terkait kualitas makanan MBG. Menurutnya, setiap dugaan temuan perlu segera disampaikan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penelusuran.

“Kami tidak mengabaikan laporan masyarakat. Setiap laporan tentu menjadi perhatian kami dan perlu diverifikasi berdasarkan fakta dan bukti agar persoalannya dapat diketahui secara jelas,” ungkap Mahmud.




0


Scroll to Top