-->
JAKARTA — Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (PP-KPMP) resmi melaporkan dugaan penipuan dan manipulasi data kredit pensiunan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pinrang, Sulawesi Selatan, kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan tersebut disertai surat somasi yang dikirimkan PP-KPMP pada Selasa (12/11), sebagai bentuk dorongan agar otoritas keuangan segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang merugikan para pensiunan.
Bidang Advokasi PP-KPMP, Reski, menyebutkan bahwa laporan itu diajukan karena belum adanya kejelasan penyelesaian dari pihak BNI, meski kasus telah berlangsung bertahun-tahun.
“Kami sudah menyerahkan berkas dan data para korban karena sampai saat ini belum ada kejelasan penyelesaian dari pihak BNI. Kami menilai tindakan ini melanggar prinsip Good Corporate Governance dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan,” ujar Reski di Jakarta.
Menurut Reski, dugaan manipulasi data kredit tersebut menyebabkan kerugian mencapai Rp2,8 miliar dan menimpa sedikitnya 20 pensiunan dari berbagai latar belakang, seperti mantan guru, tenaga kesehatan, dan purnawirawan TNI. Para korban disebut mengalami pemotongan gaji secara ilegal serta pencairan kredit tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.
Dalam surat somasinya, PP-KPMP mendesak sejumlah langkah konkret, di antaranya:
1. Pembayaran ganti rugi secara transparan kepada seluruh korban.
2. Pemutihan pinjaman bagi pensiunan yang tidak pernah mengajukan kredit.
3. Pemberian sanksi tegas kepada oknum dan pejabat bank yang terlibat.
4. Pemanggilan dan klarifikasi dari pihak BNI, Kementerian BUMN, OJK, serta lembaga terkait lainnya.
5. Perbaikan sistem dan pengawasan internal di BNI agar kasus serupa tidak terulang.
Reski menegaskan, sebagai badan usaha milik negara, BNI seharusnya menjunjung tinggi integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama kepada para pensiunan yang telah mengabdi untuk negara.
“Kami berharap OJK dan Komisi VI DPR RI dapat menindaklanjuti laporan ini dengan serius. PP-KPMP bersama para korban siap hadir di Jakarta untuk memberikan keterangan langsung,” pungkasnya.