-->
PINRANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang turut mengambil bagian dalam sosialisasi dan pendampingan Pemilihan Ketua OSIS (Pilkasis) Serentak se-Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kehadiran jajaran KPU Pinrang sebagai pembina upacara di SMAN 7 Pinrang dan SMAN 11 Pinrang. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai nilai-nilai demokrasi kepada para pelajar sebagai generasi yang akan menjadi pemilih sekaligus calon pemimpin di masa depan.
Saat menjadi pembina upacara di SMAN 11 Pinrang, Ketua KPU Kabupaten Pinrang, Ali Jodding, menekankan pentingnya membangun budaya demokrasi sejak dari lingkungan sekolah.
“Pemilihan Ketua OSIS bukan hanya tentang memilih seorang ketua, tetapi menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Di sini siswa belajar mengenal calon, menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan secara bebas dan bertanggung jawab, serta menghormati hasil pemilihan,” ujar Ali Jodding.
Menurutnya, pengalaman mengikuti proses pemilihan di lingkungan sekolah dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami praktik demokrasi secara lebih nyata.
“Demokrasi harus dibangun dan dibiasakan sejak dini. Nilai kejujuran, keadilan, kebebasan berpendapat, kesetaraan dan tanggung jawab perlu ditanamkan kepada generasi muda melalui pengalaman langsung,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa demokrasi tidak hanya sebatas mencoblos atau memberikan suara. Demokrasi juga mengandung nilai kejujuran, keadilan, kebebasan berpendapat, kesetaraan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap perbedaan pilihan.
Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Pinrang, Mahmud Nurdin, memberikan penguatan kepada siswa SMAN 7 Pinrang mengenai pentingnya pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
“Pilkasis menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar bagaimana sebuah proses pemilihan dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Tentunya mekanismenya disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing sekolah,” jelas Mahmud Nurdin.
Mahmud menambahkan, pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan menghasilkan pemilih yang memahami proses pemilihan, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan sejak usia pelajar.
“Yang kita harapkan bukan hanya siswa memahami bagaimana memilih, tetapi juga memahami bagaimana menjadi pemimpin yang berintegritas, bertanggung jawab dan mampu menghargai perbedaan,” tambahnya.