-->
RUANG-LIPUTAN.COM, MAKASSAR - Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mendorong Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM Periode 2027–2031 menjadi momentum menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik dan manajerial, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat.
Sosok pemimpin yang diharapkan adalah figur yang menjunjung nilai kejujuran, amanah, kecerdasan, dan keterbukaan dalam membawa arah baru bagi universitas.
Harapan tersebut disampaikan Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., saat membuka kegiatan Sosialisasi Pilrek UNM Periode 2027–2031 di FBS UNM. FBS menjadi fakultas ketiga yang menjadi lokasi sosialisasi tahapan Pilrek UNM, Senin (7/9/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Anshari menyampaikan bahwa Pilrek merupakan dinamika penting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi negeri.
Menurutnya, proses pemilihan rektor menjadi ruang strategis untuk menentukan arah kepemimpinan dan masa depan institusi.
“Pemilihan rektor pada suatu perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri, merupakan suatu dinamika organisasi yang mendapat perhatian serius dari sivitas akademika,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pilrek merupakan sebuah kontestasi yang mempertemukan berbagai gagasan, visi, dan rekam jejak kepemimpinan. Karena hanya satu figur yang akan terpilih sebagai rektor, seluruh pihak harus mampu memahami proses tersebut sebagai bagian dari demokrasi akademik yang sehat.
“Pilrek merupakan kontestasi dan bukan kolaborasi. Dalam kontestasi, semua calon rektor berjuang dan berkorban untuk menjadi pemenang. Karena hanya satu yang menjadi rektor, satu pula yang menang,” katanya.
Namun, Prof. Anshari mengingatkan bahwa demokrasi yang matang tidak hanya berbicara tentang kemenangan, tetapi juga kesiapan menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa.
“Slogan siap menang dan siap kalah harus menjadi pegangan jiwa bagi semua calon. Jangan sampai hanya siap menang, tetapi tidak siap kalah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Anshari juga menyampaikan harapannya agar pemimpin UNM periode mendatang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, serta mampu menjalankan amanah besar dalam memimpin perguruan tinggi.
Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai fundamental yang menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan.
Ia menyebut nilai profetik yang tercermin seperti, siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh sebagai karakter penting yang perlu dimiliki pemimpin UNM ke depan.
“Siddiq berarti memiliki kejujuran, amanah berarti dapat dipercaya, fathanah berarti memiliki kecerdasan, dan tabligh berarti mampu menyampaikan serta bersikap transparan,” jelasnya.
Menurutnya, pemimpin perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas moral dan kemampuan membangun kepercayaan seluruh sivitas akademika.
“Semoga Allah SWT menakdirkan pemimpin terbaik untuk UNM,” tuturnya
Ketua Senat UNM, Dr. Reskiyani Mas Bakar, M.Psi., Psikolog, menyampaikan apresiasi atas penerimaan FBS UNM terhadap pelaksanaan sosialisasi Pilrek.
Ia mengatakan panitia Pilrek merupakan bagian dari amanah Senat UNM untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Panitia ini adalah manusia pilihan dari Senat yang sesuai dengan harapan Dekan FBS,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses Pilrek harus mengedepankan prinsip ketepatan dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Kami taat aturan dan menjaga kondusivitas sivitas akademika,” katanya.
Ketua Panitia Pilrek UNM, Prof. Dr. Andi Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM., mengatakan sosialisasi merupakan bagian penting untuk membangun pemahaman bersama terkait tahapan pemilihan.
Menurutnya, proses Pilrek merupakan amanah besar karena berkaitan dengan masa depan UNM.
“Hal yang penting dalam pelaksanaan ini bagaimana kita ke depan bisa menentukan sikap. Sosialisasi ini adalah bentuk dan bagian untuk itu,” terang, Guru Besar Teknik Mesin itu.
Ia menyampaikan bahwa panitia terbuka terhadap berbagai masukan dari sivitas akademika, termasuk terkait ruang dialog antara calon rektor dan warga kampus.
Dalam sesi diskusi, sejumlah aspirasi disampaikan terkait keterlibatan sivitas akademika, mekanisme penyampaian aspirasi, mitigasi konflik, serta kemungkinan pelaksanaan dialog publik dengan para calon rektor.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Andi Muhammad Idkhan menyampaikan bahwa panitia mempertimbangkan pelaksanaan dialog publik sebagai ruang bagi sivitas akademika mengenal visi dan gagasan calon pemimpin UNM.
Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap mempertimbangkan aspek teknis, waktu, pembagian zona, dan keamanan kampus.
Ia memastikan panitia berkomitmen menjaga independensi serta kondusivitas seluruh rangkaian Pilrek.
“Siapa pun yang akan terpilih, dialah yang akan kita miliki bersama,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri para wakil dekan, anggota Senat UNM dari unsur FBS, para guru besar, ketua jurusan, ketua program studi, serta perwakilan lembaga kemahasiswaan FBS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi Pilrek yang dijadwalkan berlangsung pada 4–18 September 2026 di seluruh unit UNM, meliputi fakultas, Pascasarjana, Kampus V Parepare, dan Kampus IV Bone.
Selain menjelaskan tahapan pemilihan, rangkaian tersebut sekaligus menjadi penyampaian terbuka kepada dosen UNM yang berada setiap unit yang memenuhi persyaratan agar dapat mengambil bagian dalam proses pencalonan Rektor UNM Periode 2027–2031.