-->
Ruang Edukasi

Sosialisasi Pilrek di FIP UNM, Sivitas Pinta Jangan Sampai Pemilihan Ulang Terulang

RUANG-LIPUTAN.COM, MAKASSAR — Sivitas akademika Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar mengingatkan Panitia Pemilihan Rektor UNM Periode 2027–2031 agar seluruh tahapan dipersiapkan secara cermat sehingga tidak menyisakan persoalan yang dapat berujung pada pemilihan ulang.

Peringatan itu mengemuka dalam sosialisasi Pemilihan Rektor UNM Periode 2027–2031 yang digelar di Convention Hall FIP UNM. FIP menjadi fakultas kelima yang menerima rangkaian sosialisasi penjaringan dan pemilihan rektor, Rabu (9/9/2026).

Prof. Sinring merefleksikan pengalaman pemilihan rektor sebelumnya. Ia mengingatkan panitia agar setiap tahapan, mulai dari administrasi, regulasi hingga mekanisme pemilihan, benar-benar dipersiapkan dengan teliti.

“Jangan sampai terulang pemilihan ulang sebagaimana yang pernah terjadi, karena dampaknya sangat luas,” kata Prof. Sinring.

Menurut dia, pengalaman tersebut semestinya menjadi pembelajaran dalam mempersiapkan Pilrek UNM kali ini. Ketelitian sejak awal dibutuhkan agar proses pemilihan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan pada tahapan berikutnya.

Masukan itu menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam forum. Sivitas akademika FIP juga menyoroti transparansi proses, kualitas bakal calon, ruang aspirasi sivitas akademika, hingga keberlanjutan kepemimpinan universitas.

Dekan FIP UNM, Prof. Abdul Saman, M.Si., Ph.D., Kons., mengatakan proses penjaringan harus memberikan kesempatan kepada seluruh sivitas akademika yang memenuhi persyaratan untuk maju sebagai bakal calon Rektor UNM.

“Siapa pun dari sivitas akademika yang memenuhi persyaratan, silakan mendaftarkan diri dan memasukkan berkas sebagai bakal calon Rektor UNM,” ujarnya.

Menurut Abdul Saman, keterbukaan tersebut penting untuk memberi kesempatan kepada figur-figur terbaik berpartisipasi dalam Pemilihan Rektor UNM Periode 2027–2031.

“Kita berharap proses ini memberikan kesempatan kepada figur-figur terbaik. Tahapannya juga harus tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Ia berharap proses seleksi berjalan sehat, objektif, terbuka, dan berintegritas sehingga mampu menghasilkan pemimpin terbaik bagi UNM.

Ketua Senat UNM, Dr. Resekiani Mas Bakar, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan keterlibatan Senat dalam kepanitiaan merupakan bagian dari komitmen mengawal seluruh tahapan Pemilihan Rektor UNM.

Ia memastikan panitia berupaya menyampaikan informasi mengenai Pilrek secara terbuka kepada sivitas akademika melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media digital.

“Informasi mengenai pemilihan rektor harus tersampaikan dengan baik. Kita memiliki berbagai saluran komunikasi, termasuk media digital, yang dapat digunakan agar sivitas akademika mengetahui perkembangan setiap tahapan,” katanya.

Resekiani juga menegaskan prinsip kesetaraan bagi siapa pun yang memenuhi persyaratan untuk maju sebagai bakal calon rektor.
“Setiap orang yang memenuhi persyaratan harus memperoleh kesempatan, akses, dan perlakuan yang sama,” ujarnya.

Resekiani mengingatkan agar kontestasi Pilrek tidak membawa sivitas akademika terjebak pada kepentingan personal maupun kelompok.

“Pemilihan rektor ini bukan tentang kepentingan pribadi atau kelompok. Ini tentang kepentingan bersama dan masa depan Universitas Negeri Makassar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. A. Muhammad Idkhan, M.T., IPM., mengatakan panitia beranggotakan 11 orang yang mendapat amanah mempersiapkan dan melaksanakan seluruh tahapan pemilihan.

“Kami berjumlah 11 orang yang diberikan amanah untuk mempersiapkan dan melaksanakan seluruh tahapan Pemilihan Rektor UNM,” kata Idkhan.

Panitia, lanjut dia, telah mempersiapkan sejumlah perangkat yang dibutuhkan, mulai dari tata tertib, persyaratan, jadwal hingga mekanisme setiap tahapan Pilrek.

“Kami akan bekerja sesuai dengan amanah dan ketentuan yang berlaku. Panitia menjadi jembatan dalam proses menentukan pemimpin UNM untuk periode berikutnya,” ujarnya.

Idkhan mengatakan integritas menjadi salah satu prinsip utama yang harus dijaga panitia selama menjalankan proses pemilihan.

“Dalam menjalankan amanah ini, kami berkomitmen menjunjung tinggi integritas akademik, tanggung jawab moral, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas,” katanya.

Seluruh tahapan, menurut dia, diarahkan untuk memperoleh rektor yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan serta visi dan misi yang kuat untuk membawa universitas berkembang.

“Kita berharap dari proses yang transparan dan berintegritas ini lahir pemimpin terbaik, pemimpin yang mampu merangkul seluruh unsur sivitas akademika dan membawa UNM semakin maju, unggul, dan berdampak,” ujar Idkhan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi Pilrek yang dijadwalkan berlangsung pada 4–18 September 2026 di seluruh unit UNM, meliputi fakultas, Pascasarjana, Kampus V Parepare, dan Kampus IV Bone.

Selain menjelaskan tahapan pemilihan, rangkaian tersebut sekaligus menjadi penyampaian terbuka kepada dosen UNM yang berada setiap unit yang memenuhi persyaratan agar dapat mengambil bagian dalam proses pencalonan Rektor UNM Periode 2027–2031.




0


Scroll to Top